Thursday, August 25, 2011

Himpunan Doa-doa munajad Assajjad

Doa Minta Ampun bagi orang yang berbuat Zalim atau Tertimpa Kezaliman


Tuhanku, limpahkanlah shalawatMu atas Muhammad dan keluarga Muhammad……

Patahkanlah syahwatku dari segala yang diharamkan. Dan singkirkanlah keinginanku dari segala yang mendatangkan dosa. Dan cegahlah aku dari perbuatan mengganggu setiap mukmin dan mukminah, muslim dan muslimah.



Tuhanku…., siapa saja diantara hambaMu yang memperlakukan diriku dengan sesuatu yang Kau larang baginya, atau melanggar Hakku yang telah Kau tutup baginya ……, maka ampunilah ia bagi apa yang menimpa diriku darinya…..Jadikanlah maaf yang kuberikan baginya dan sedekah yang kurelakan untuknya sebagai salah satu diantara sedekah-sedekah suci para pemberi sedekah, dan pemberian-pemberian luhur orang-orang yang mendekatkan diri kepadaMu… dan gantikanlah maafku bagi mereka itu dengan maafMu bagiku, sehingga masing-masing kami beroleh kebahagiaan dari anugerahMu dan keselamatan yang berasal dariMu………….



Tuhanku……, jika ada diantara hamba-hambamu tertimpa akibat buruk karenaku, atau terkena gangguanku; atau sampai kepadanya dariku atau karenaku, sesuatu perbuatan aniaya sehingga ia terlanggar haknya atau menderita karenanya…….., maka limpahkanlah padanya karuniaMu, dan sempurnakanlah haknya dengan pemberianMu dan buatlah ia kembali ridha padaku. Kemudian, peliharalah aku dari apa yang diwajibkan oleh hukumMu, dan selamatkanlah diriku dari hukuman yang ditentukan oleh keadilanMu…….., sebab kekuatanku tak mampu menahan pembalasanMu, dan dayaku tak kuat menerima kemurkaanMu. Bila engkau hukum diriku dengan yang seharusnya, niscaya aku binasa, dan bila tak Kau masukkan aku dalam rahmatMu, niscaya aku ' kan tersesat ………..



Doa Memohon ampun atas kelalaian dalam memenuhi kewajiban


Tuhanku, ku mohon ampunanMu atas setiap kelalaianku, yaitu ketika seseorang yang tak bersalah dizalimi di hadapanku sedang aku tak membelanya ……….; atau sesuatu kebaikan dilakukan untukku, lalu aku tak mensyukurinya …….; atau ketika seseorang yang telah berbuat kesalahan meminta maaf dariku, lalu aku tak memaafkannya …….; atau seseorang yang membutuhkan meminta dariku, tapi aku tak mengutamakannya atas diriku ……; atau ada sesuatu hak bagi seorang mukmin atas diriku, tapi aku tak memenuhinya …..; atau tersingkapnnya aib seorang mukmin dalam penglihatanku, lalu aku tak menutupinya ……..; atau sesuatu dosa melintas di hadapanku, lalu aku tak menjahuinya ……..



Aku mohon ampunMu, ya Allah, dari itu semua dan yang sejenisnya, diiringi penyesalan mendalam yang mudah-mudahan bisa menghalangiku dari segala sesuatu seperti itu ……….

Limpahkanlah shalawatMu atas Muhammad dan keluarga Muhammad. Dan jadikanlah penyesalanku – atas kesalahan-kesalahan yang pernah kulakukan ………., serta tekadku untuk meninggalkan segala kejahatan yang akan melintas dihadapanku – sebagai taubat yang tulus dan mendatangkan kasih sayangMu atas diriku, ya Allah yang menyukai orang-orang yang bertaubat…….





Doa di kala menyaksikan kemewahan hidup para hartawan


Segala puji bagi Allah, dan aku rela dengan segala ketentuan yang telah ditetapkanNya. Aku bersaksi bahwa Allah swt telah membagi-bagi sumber kehidupan hamba-hambaNya dengan seadil-adilnya, dan menetapkan atas mereka semua limpahan karuniaNya.

Allahumma, ya Tuhanku, limpahkanlah shalawatMu atas Muhammad dan keluarga Muhammad.



Janganlah Kau buat aku tergoda dengan kemewahan yang Kau berikan pada sebagian orang, dan jangan pula membuat mereka tergoda dengan apa yang Kau cegah diriku memperolehnya……… sehingga aku tak merasa iri kepada maklukMu dan tak mencela ketetapanMu……….



Tentramkanlah jiwaku dalam menerima ketentuanMu. Lapangkanlah dadaku dalam menerima ketetapanMu. Dan berilah aku iman yang teguh agar aku dapat mengakui dengan setulusnya bahwa ketentuanMu pasti terlaksana dengan kebaikan selalu …………



Dan jadikanlah rasa syukurku atas apa yang Kau sisihkan dariku lebih besar dari rasa syukurku atas apa yang Kau berikan padaku ……………

Dan peliharalah diriku agar tidak memiliki sikap meremehkan orang tak berpunya, ataupun menyampaikan sanjungan bagi orang yang berharta ……., sebab orang yang benar-benar mulia adalah orang yang dimuliakan oleh ketaatanya padaMu……, dan yang benar-benar kuat kedudukanya ialah orang yang tumbuh kuat karena pengabdianya padaMu………

Dan berikanlah kami nikmat dengan kekayaan yang tak ada habisnya serta kekuatan yang takkan pernah hilang ……………



Doa di Akhir Malam


Tuhanku…… berilah aku kelapangan rizki, keamanan negeri, puncak kebahagiaan hidup kekeluargaan, putra-putri dan harta, kesehatan jasmani, kekuatan tubuh dan keselamatan dalam agama………

Tuhanku …….., demi keperkasaan dan keagunganMu, bila Kau tuntut aku lantaran dosa-dosaku, akupun menuntut ampunanMu, dan bila Kau tuntut aku lantaran kesalahanku, akupun menuntut kedermawananMu, dan bila kau masukkan daku kedalam nerakaMu, niscaya ‘kan kuberitahu penghuninya tentang cintaku padaMu…………

Tuhanku ……., jika tak Kau ampuni selain wali-walimu1) dan pada orang-orang yang taat padaMu….kemanakah orang-orang yang berdosa akan berlindung? dan jika tiada Kau muliakan selain orang-orang yang tulus dan setia padaMu……. Kepada siapakah orang-orang yang tergelincir akan minta tolong ……..?



Tuhanku ……., jika Kau masukan daku dalam nerakaMu, niscaya hal itu akan menggembirakan musuh-musuhMu. Dan jika Kau masukkan daku ke SorgaMu….., niscaya hal itu akan menggembirakan NabiMu ……..! dan aku tahu, ya Allah kegembiraan NabiMu lebih Kau sukai dari pada kegembiraan musuhMu………

Tuhanku ………,karuniailah daku kebijakan dalam agamaMu, kearifan mengenai ketetapanMu, pengetahuan tentang ilmuMu …… ………………....sikap hati-hati pencegah maksiatku terhadapMu………., dan putihkanlah wajahku 2), serta arahkanlah keinginanku kepada apa yang berada di sisiMu.



Tuhanku ……., aku berlindung padaMu dari kemalasan, kegagalan, kegundahan, kepengecutan, kebakhilan, kelengahan, kekejaman, kehinaan, kemiskinan kepapaan dan segala bala 3) serta perbuatan keji, yang tampak dan yang tersembunyi ….



Dan aku berlindung kepadaMu dari memiliki jiwa yang selalu tak puas, perut yang tak pernah kenyang, hati yang tidak khusyu’, doa yang tak terdengar, amal yang tak berguna dan shalat yang tak diterima ……..



TuhanKu……, telah Kauperintah kami melalui kitabMu agar mengampuni siapa yang berbuat aniaya kepada kami……., sedangkan kami telah berbuat aniaya pada diri kami sendiri……Maka ampunilah kami………, sebab Engkaulah yang lebih utama memberi pengampunan daripada kami. Dan Engkau telah memerintahkan kami agar jangan menolak siapa yang datang meminta dari kami….., maka janganlah Kau kembalikan kami kecuali setelah Kaupenuhi hajat kami…….Dan Engkau telah memerintahkan kami agar berbuat ikhsan 4) kepada hamba sahaya kami, padahal sesungguhnya kami adalah hamba sahayaMu……., maka bebaskanlah kami dari api nerakaMu………



1) Wali Allah, maksudnya orang yang benar-benar beriman dan bertaqwa, yang sungguh-sungguh mencintai Allah sehingga Allahpun mencintainya.

2) “Putihkan wajahku”, maksudnya bersihkan aku dari dosa

3) Bala' artinya : Musibah yang datang sebagai ujian atau hukuman

4) ikhsan artinya: kebajikan




Dikutib dari buku Ash-Shahifah As-Sajjadiyah (Himpunan Doa-doa munajad Assajjad) karya Imam Ali bin Husain bin Ali bin Abi Thalib.

Oleh masyarakat dizamannya beliau digelari As-Sajjad (orang yang banyak bersujud) dan digelari Zainal Abidin (pemuka para ahli ibadah).

Beliau seorang Tabi’in yaitu orang yang tidak berjumpa dengan Nabi Muhammad s a w akan tapi hidup dan berjumpa dengan para sahabat-sahabat Nabi Muhammad s a w. Beliau lahir tahun 38 H dan wafat tahun 95 H.

Wednesday, August 17, 2011

AlFatihah to Rukinem binti Daud, circa 1938-2011

I got a message today from my sister Maslina, that my auntie, Rukinem binti Daud had passed away this morning about 4am Malaysian Time. Today being the 17th day of Ramadan.

We have always known her by her nickname, Mbokde Nik. She is older than my mother, ie my mother's immediate elder sister. She was married to Pakcik Husin, and lives at Blok O Sawah Sempadan, Tanjong Karang. As far as I remember, She has always been kind woman to us and always soft spoken and full of patience. Unlike her siblings, she never bore any children, but she has 3 adopted children. The first is Din, (hmm I dont remember my cousin's name, someone remind me pls :)) who is one year older than me, 2nd is Zaharah and the 3rd is Saadiah. Din and Saadiah are blood relation to Auntie Rukinem. Din is a son from Pakcik Husin's brother, while Saadiah is a daughter from the late Auntie Sarengah and Uncle Affandi, which is her younger sister.

My earliest memory of Auntie Rukinem (I suppose this is from the far recesses of my memory..) was when I was about 6 years old. Pakcik Husin and Mbokde Nik had a kenduri kesyukuran at their place. They had just adopted a baby girl, and named her Zaharah. I remember the baby cried alot, and being fed bottled milk. That was the first time I had seen such thing as milk powder, baby formula. I remember Mbokde Nik was trying to feed the baby with a bottle, filled with milk. Yet the baby was still crying. At that time their house was a bit far from the road. It was a wooden house with zinc roof. There was a few coconut trees around the house.
Pakcik Husin was working for DID in those days, whereby his job was looking after those water gate that control the flow of water at Sawah Sempadan. His job was opening or closing the water gate. Hence the Malay word, kunci air. Apparently, while doing his duties in those days near Bund Canal area, he got a bit thirsty. There was no tap water anywhere in those days, but water from a well in tanah gambut land is not salty, so he went to one house, asking to get water from their well. There were young couple living at the house, estimated in the late teen, a small basic house, built on 6 poles. Pakcik Husin heard the husband and wife were arguing while a baby was heard crying. After getting the water from the well, Pakcik Husin asked them why they were fighting; apparently the husband doesnt want to be burdened with a baby. So Pakcik Husin offered to adopt the baby.

Forward a couple of years, there was another rewang and kenduri at Mokde Nik's place, they were building another house, this time closer to the road.

I remember visiting Mbokde Nik in her then new house a few times. They were among the first to own a television in the early 70's. One time we stayed overnight at her place to watch cerita melayu on a Friday night (malam Sabtu). Her neighbours also watch the cerita melayu at her place.
In those days, Pakcik Husin and Mbokde Nik were caring for Pakcik Husin elderly mother, who was senile.

Last time I saw Mbokde Nik was 2 years ago, in January 2009. She was healthy back then, and I remember my late grandmother Mariam. Oh my, she looked like my late grandmother.

Please recite Alfatihah for her.

Wednesday, March 23, 2011

Surat Rezeki


Surat Rezeki
Satu
Azlan berasal dari Taiping. Ayahnya meninggal ketika dia masih kecil. Sejak itu ibunya menjanda, mereka tinggal sebilik di rumah keluarga ibunya. Keluarga ibunya tidak punya harta yang banyak atau tanah untuk bercucuk tanam. Ibunya bekerja di kilang untuk menanggung mereka anak beranak, dengan gaji $80 sebulan. Masa itu tahun tujuhpuluhan. Setiap hari makan nasi dengan mee segera.
Masa berlalu, Azlan seorang yang rajin dan pandai. Dia mendapat keputusan cemerlang dalam SPM dan berpeluang melanjutkan pelajaran ke New Zealand. Habis belajar dia pulang ke tanahair, lalu bekerja di beberapa syarikat swasta sebelum mendapat tawaran bekerja di ITM sebagai seorang pensyarah.
“Boring” kata Azlan. “Dua bulan pertama tu mungkinlah kena prepare, lepas tu ulang balik macam kaset player.”
Azlan berpindah kerja beberapa kali, akhirnya berhijrah ke kota Gempa mengikut isterinya yang melanjutkan pelajaran di peringkat sarjana. Beberapa tahun kemudian pulang ke tanahair, dan memilih untuk bekerja sendiri sebagai penasihat kewangan, setelah puas mencuba mendapatkan kerjaya yang setimpal dengan kelulusan dan pengalamannya.
Dua
Ahmad anak kampung, ayahnya ada sebidang tanah. Disitulah rezeki mereka, kelapa dijual untuk membiayai persekolahan adik beradiknya. Ayahnya mengambil upah mengait kelapa untuk menampung keperluan seharian. Ahmad seorang budak pendiam, dia ada masalah self confidence, dan tidak pandai bergaul dengan orang, tetapi dia rajin dan sabar serta menpunyai ingatan visual yang kuat. Kekuatan otaknya menyebelah kekiri, pandai matematik, fizik dan memahami yang abstrak, tetapi lemah dalam berkomunikasi dan pergaulan. Dia hidup dalam dunianya sendiri.
Berkat doa orang tuanya, Ahmad berjaya melanjutkan pelajaran ke luar negara, lalu tinggal bertahun tahun bermastautin di kota Gempa. Asyik bertukar tukar kerja tanpa ada satu kerjaya yang kekal.
“Boring dan hambar, semua dah tahu. Tak ada challenge” kata Ahmad.
Masalah orang pandai, mereka perlu stimulasi otak, perlu challenge dalam kehidupan. Perlu kembara dan mencari pengalaman baru setiap waktu.
Tiga
Satu tengahari Jumaat di bulan Januari.
Ahmad habis kerja awal pagi itu. Lalu bergegas pulang kerumah, mandi dan terus ke masjid. Dia memang semestinya datang awal ke masjid setiap Jumaat. Ada masa untuk duduk di dinding tepi, baca Yasin dan Kahfi. Tapi tengahari itu dia nampak kawan lamanya yang sudah bertahun tidak bertemu. Rambutnya sudah mula beruban, masih bermisai lebat, tapi misainya ada uban. Masa telah lama berlalu, sudah 30 tahun Ahmad mengenali Azlan, sejak mereka sama sama memasuki ITM sebagai anak anak muda harapan negara.
“Assalamualaikum, kau bila sampai”
“Walaikumsalam, heh baru seminggu ni. Memang aku agak mesti jumpa hang kat masjid ni”
Ahmad sejak beberapa tahun kebelakangan ini sudah mula keep in touch dengan kawan kawan lama melalui laman fesbuk. Manakala Azlan meminggir diri dan hanya berkomunikasi dengan beberapa kawan rapat melalui emel atau talipon. Ahmad dan Azlan mempunyai masalah yang sama, inferiority complex.
Hari itu Ahmad bercerita tentang perkembangan kawan kawan lama mereka di tanahair. Kawan kawan mereka ramai yang telah mula menerajui dan mengemudi ekonomi dan pentadbiran negara. Ada yang telah kaya raya dan punya syarikat besar.
“Kita ni masih macam ni ye.”
“Rezeki tu masing masing.” kata Ahmad.
Petang itu mereka mula bercerita tentang rezeki.
“Sebenarnya kita semua ni ada bahagian masing masing. Dan tidak akan luak bahagian kita kalau kita berikan sebahagian dari rezeki kita pada orang lain sebagai sedekah.” kata Ahmad.
Bagi orang kafir, cara mereka mudah, mereka dapat apa yang mereka usahakan. Kerja kuat, usaha kuat dan smart, maka banyaklah yang mereka dapat. Tambah lagi kalau mereka berbuat kebaikan, maka Tuhan akan beri mereka kebaikan dan rezeki dengan setimpal. Semuanya mereka dapat di dunia ini. Allah yang Maha Adil. Bila sampai Hari Pengadilan nanti, tidak ada alasan untuk orang kafir untuk menuntuk syurga dari Allah kerana masih ada lagi kebaikan yang mereka buat di dunia yang Allah masih belum beri balasan. Begitulah adilnya Allah terhadap hamba hambanya.
Bagi kita orang yang Islam dan beriman, di sisi Allah ada taraf kita. Allah beri kita peluang untuk mencapai taraf itu, kesusahan dan musibah yang kita hadapi di dunia itu adalah peluang yang Allah berikan kepada kita untuk menebus dosa, dan naiknya taraf hambanya di sisi Allah. Allah limpahkan rezeki dalam berbagai bentuk; kesihatan, harta benda, kelapangan, bersilaturahim. Setiap keperluan kita Allah telah sediakan, cuma kita hanya perlu mengambilnya. Kita pun perlu tahu apa itu rezeki dan apa itu dugaan.
Masa kita di dunia inilah peluang kita untuk berbuat amal dan kebaikan untuk bekalan kita nanti di alam satu lagi. Lepas kita mati, buku kita dah tutup, kecuali tiga perkara yang pernah kita buat di dunia;
1. Ilmu agama dan/atau ilmu dunia yang kita ajarkan yang memberi manfaat.
2. Harta benda yang kita wakafkan kejalan agama.
3. Anak anak yang soleh dan solehah yang mendoakan untuk kita.
Selalunya orang tak dapat peluang semua tiga ini. Kecuali kalau seseorang itu buat sesuatu yang extra dalam hidupnya, seperti berbakti kepada kedua ibubapanya.
“Aku pun selama berbelas tahun ini jaga emak aku” kata Azlan. “tapi iyalah, kan rezeki tu masing masing.”
“Sebenarnya ada cara untuk menambah rezeki.” terang Ahmad.
Kalau kita nak murah rezeki, selalulah buat sembahyang Dhuha.
http://www.brunet.bn/gov/mufti/alhadaf/mac99/h_dhuha.htmDan doanya: " Ya Allah, bahawasanya waktu Dhuha itu waktu DhuhaMu, kecantikan itu ialah kecantikanMu, keindahan itu keindahanMu, kekuatan itu kekuatanMu, kekuasaan itu kekuasaanMu dan perlindungan itu perlindungan Mu. Ya Allah jika rezekiku masih diatas langit, turunkanlah dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika ia (dari yang) haram maka sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu Dhuha, Keagungan, Keindahan, Kekuatan dan Kekuasaan Mu, limpahkanlah kepada hamba-hamba Mu yang saleh ."
Amalkanlah membaca Ayat Seribu Dinar setiap kali lepas sembahyang.

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Mengasihani. Dan sesiapa yang bertaqwa kepada Allah (dengan mengerjakan suruhanNya dan meninggalkan laranganNya), nescaya akan dijadikan baginya jalan keluar (dari segala perkara yang menyusahkannya).
Serta memberinya rezeki dari jalan yang tidak terlintas hatinya. Dan (ingatlah), sesiapa berserah diri bulat-bulat kepada Allah, maka Allah cukupkan baginya (untuk menolong dan menyelamatkannya). Sesungguhnya Allah tetap melakukan segala perkara yang di kehendakiNya. Allah telahpun menentukan kadar dan masa bagi berlakunya tiap-tiap sesuatu.
(Ayat 2 & 3 Surah At-Talaq)

Selain itu berbanyak banyak bersedekah dan beramal jariah, kerana Allah akan membalas amal baik kita berganda ganda.
Allah akan datangkan rezeki kepada kita dari arah yang tidak di sangka sangka. Allah akan beri kita idea dan usaha kita nanti akan menjadi. Rezeki kita itu nanti tak semestinya dalam bentuk harta benda. Mungkin dalam bentuk kelapangan dan kesenangan hati, anak anak dan isteri isteri yang menyenangkan hati dan menggembirakan, kesihatan tubuh badan dan kemampuan untuk berbuat amal ibadat dan amal jariah. Juga kebolehan dan skill untuk berbuat sesuatu yang boleh member manfaat kepada manusia. Allah beri peluang untuk beribadah itu adalah nikmat yang amat besar.
Epilog
Azlan pulang ke tanahair, untuk menyambung tugasnya berbakti kepada ibunya. Dua hari sebelum itu Allah beri dia peluang untuk merasai gempa bumi berukuran 5.1 pada skala Richter. Rezeki Azlan, Allah peringatkan bahawa dunia ini adalah sementara.
Ahmad masih menetap di kota Gempa. Allah berinya peluang lagi untuk merasai beberapa gempa bumi antaranya sebesar 6.3 yang mengorbankan banyak jiwa.

Monday, March 07, 2011

Pasir hitam dari Perut Bumi




Pasir hitam dari Perut Bumi
SATU
Beberapa hari lalu Ahmad pergi ke pasaraya. Lalu di sapa oleh seorang anak muda lewat belasan tahun. “Apa khabar mu?”
“Baik, aku selamat dari gempa dan masih sihat.”
Sebelum ini jarang sekali dapat ketemu anak muda keturunan Kiwi yang mahu bertegur sapa. Masing masing dengan urusan kehidupan sendiri, sudah hilang perasaan prihatin terhadap manusia sekeliling. Mungkin satu kebaikan dari gempa ini ialah kembalinya semangat keprihatinan terhadap manusia sekeliling, semangat tolong menolong sesama manusia. Kesedaran bahawa nyawa itu berharga, tidak ternilai oleh harta benda.
“Apa pendapat mu tentang gempa bumi ini?” soal anak muda itu.
“Apa maksud mu?” soal Ahmad balik.
“Adakah kau seorang yang religious? Kalau kau percayakan Tuhan, bahawa Tuhan akan menyelamatkan semua kita yang percaya kepada Tuhan. God will save us.” sambung anak muda itu lagi, sambil meneguk air tin guarana.
“Ya aku seorang yang religious. Aku percaya Tuhan. Gempa bumi berlaku bila dua tectonic plates bertembung, lama kelamaan stress akan memuncak. Gempa bumi itu boleh diibaratkan sebagai kayu yang dilentur. Sampai satu ketika, kayu yang di lentur akan patah.”
Manusia di Barat berfahaman kebanyakannya berfahaman sekular, membezakan kepercayaan diri, dan urusan kehidupan harian. Mereka tidak faham bahawa sains adalah explanation, penerangan cara Allah melakukan sesuatu kejadian dengan kehendakNya. Sunnatullah.
DUA
2006, lima tahun lalu. Ahmad bekerja waktu malam di sebuah hotel 4 bintang di tengah kota. Tugasnya menjaga keselamatan hotel waktu lewat malam dan melayan keperluan penghuni hotel. Selalunya dia menyediakan makanan dan menghidang arak, selain memunggah beg beg pakaian. Di tengah kota terdapat berpuluh bar dan disko. Muda mudi mengunjungi bar dan disko dari petang sampai kepagi. Selalunya lepas tengah malam kebanyakan mereka sudah terlalu mabuk, lalu keluar ke jalan dan kaki lima melalak dan muntah. Kelakuan yang menjelekkan, apalagi kebanyakan yang melalak dan menyanyi perempuan muda belasan tahun yang berpakaian menjolok mata. Pada tahun tahun 2006 dan 2007, kebanyakan muda mudi yang mengunjungi bar dan disko itu adalah Kiwi dan segelintir keturunan Samoa dan Maori. Pernah sekali Ahmad terserempak dengan seorang pemudi Melayu di depan hotel, pemudi itu berseluar jeans dan T-shirt, dan bertudung. Agaknya dia keluar berjalan jalan dengan kawan kawan, pukul 1 pagi.
Suasana tengah kota pukul satu pagi seperti satu pesta arak. Muda mudi berpeleseran dalam keadaan mabuk. Kupu kupu malam berdiri di persimpangan jalan. Botol botol bir ditepi longkang. Pasangan bercumbuan di perosok tepi kedai, muda mudi kencing di lorong gelap tepi jalan.
Selepas 2007, salah sebuah negara Timur Tengah mula menghantar anak anak muda mereka ke Christchurch untuk belajar di institusi institusi pengajian tinggi. Anak anak muda ini masih awal dua puluhan tahun, mungkin baru pertama kali keluar kepompong keluarga. Mereka belajar Bahasa Inggeris, university foundation studies dan kemudian masuk ke university di Christchurch.
Waktu malam, terutama malam minggu, loghat Arab Timur Tengah banyak kedengaran di tengah kota. Ahmad selalu keluar ke perkarangan hotel, ramai pemuda pemuda Arab berjalan jalan, ada juga yang berpasangan dengan pemudi Kiwi. Disko dan bar menjadi tempat berkunjung pemuda pemuda Arab itu.
Pernah Ahmad melihat seorang pemuda Arab berpegang tangan dengan pemudi Kiwi di depan masjid pada satu tengahari Jumaat.
Semakin ramai pelajar dari Timur Tengah datang belajar di Christchurch. Beberapa peniaga Arab mula membuka kedai kedai kebab di kota. Imigran Hindi pula berniaga nasi basmati dan kari ayam butter chicken. Pelarian dari Afghanistan dan Somalia menjadi pengusaha teksi, mencari rezeki larut malam, menghantar pulang pemabuk waktu dinihari.
Hisham Al Zeiny dalam khutbah Jumaatnya pada minggu berlakunya gempa bumi itu berkata gempa dan musibah adalah peringatan Allah pada hambanya yang beriman. Jika musibah berlaku pada diri kita, itu adalah peringatan Allah pada kita seorang diri, tanda Allah sayang pada kita. Biarpun hanya tertusuk duri, itu adalah rahmat Tuhan, mungkin itu untuk menebus dosa kita. Setiap diri orang yang beriman itu ada tarafnya disisi Tuhan. Ingatlah, Tuhan hanya beri ujian pada hambaNya yang disayangi, dan tidak di beri ujian itu kalau kita tidak mampu melaluinya.
Tetapi apabila bencana dan musibah itu melanda sebuah kota, daerah atau negeri, itu tanda ada sesuatu kesalahan yang dilakukan oleh orang orang yang beriman di kota/negeri itu. Hisham Al Zeiny pernah berkhutbah selepas gempa September lalu, Tuhan mengingatkan kita di bulan Ramadan. Waktu itu hanya beberapa hari sebelum Eid ul Fitr. Belum pun enam bulan gempa berlaku lagi, kali ini banyak mengorbankan nyawa. Kata Hisham Al Zeiny, kalau ini amaran Tuhan yang lebih keras, amat buruklah padah kita bila hukuman Tuhan nanti sampai. Semoga inilah hukuman Tuhan pada kita.
Kita umat Islam di Christchurch lupa pada tugas kita, iaitu amal makruf nahi mungkar. Malah kita sama sama mencari rezeki dari kemungkaran orang kafir di sekeliling kita. Ada antara kita sama sama melakukan kemungkaran, dan mengikut ikut orang kafir. Biarlah orang kafir, jangan kita berkelakuan seperti mereka.
TIGA
Waktu gempa berlaku air dan pasir memancut keluar dari dalam tanah. Fenomena ini dipanggil liquefaction. Lagi lama dan besar gempa itu diukur dengan skala Richter lebih banyaklah air dan pasir akan memancut keluar dari tanah. Tetapi ini bergantung juga pada paras air bawah tanah, water table. Effect gempa bumi seperti hujan lebat seharian. Pasir itu bila kering dan ditiup angin kering musim panas akan berterbangan, alam sekeliling seperti dilanda ribut pasir, memedihkan mata dan mengganggu pernafasan. Kalau kita masukkan pasir, batu, tanah kedalam gelas atau baldi, kemudian penuhkan dengan air, kemudian goncang baldi itu seperti berlakunya gempa bumi, nescaya batu dan tanah akan bergerak dan memerlukan ruang yang lebih besar di dalam baldi itu. Maka air dan pasir pun menggelegak keatas. Liquefaction.

Thursday, February 24, 2011

Pictures From The Earthquake Zone









Pictures From The Earthquake Zone







http://news.msn.co.nz/slideshowajax/149281/6-3-earthquake-hits-christchurch.slideshow

HERE

Wednesday, February 23, 2011

February 22, 2011, 1.51pm Story From the Earthquake Zone II






Photos credit to Nick Maley

February 22, 2011, 1.51pm.
I was just getting out of the house and felt the earth shook. Looking around I saw the power lines and the power poles shook violently. The trees were shaking, deep in the ground, a rumbling sound, loud and scary. I walked a few more feet before falling on all four. Oh that was a huge earthquake I thought.
I immediately ran back inside the house, checking everything is okay. Then there was another earthquake of a lesser magnitude. I have to tell the world, power still on, so I turn on my computer and updated my status. That was at least a 6+ on the Richter scale. In the meantime, my wife went down to school down the road to check on our kids. Apparently the school was sending the children home, no more class for the day. Checking on the neighbours looks like our neighbourhood not badly affected.
Ambulance and fire rescue sirens were heard everywhere. I grabbed my camera, and got on my bike to check on my neighbourhood. The road was jammed, made worse by dead traffic light. People are leaving the city centre in their cars. Papanui was quiet, the mall already closed, well at least it is still intact. All businesses, banks and offices already evacuated and closed. The road to Merivale is badly damaged, by liquefaction and flooding. Grey fine sand oozed out of the ground by the roadsides and in the middle of the road. Some part of the road was heaved up while lower sections were flooded. Liquifaction brings out a lot of ground water and sand from underground. It’s like a few inches of rain in a few seconds. Fields flooded like a lake, streams and drains are deep in water.
Few older houses lost their heavy walls and chimneys. I saw an old house next to St Andrews College that has its entire roof collapsed, heavy tile roof. If the last earthquake the top section of chimney fallen to the ground, this time I saw the whole section of chimney fallen to the ground. Signs of liquefaction was everywhere, car parks was flooded, with mounds of white sand all over the place. In the middle of Merivale a section of concrete facade has fallen down blocking the main road. Citizens and bank workers donned orange vests and directing traffic. At Merivale I saw hordes of people walking from the centre of town, looking sombre, on twos or threes, carrying their handbags and luggage. Like scene from Sept 11, a lifetime ago.
I went as far as Bealey Avenue, and as I expected the city block is cordoned off. I was at the roadside near Southern Cross Hospital when I felt the ground rolled and saw dust billowing from a building 100 meters away. Another big earthquake! That was 2.50pm, two hours after the first one, with countless of smaller ones in between. Bealey Ave was gridlocked, and still hundreds of people are leaving on foot from the central business district.
I cycled back home, my battery gone flat. Cranford St was flooded. I have seen more citizens donning reflective jacket and directing the traffic at intersections.
An old gentleman shouted at me, “Sir, what do you think of shaky Christchurch?” Poignant moments. At the end of Cranford St I met Steven MacDonald, a colleague from years back at Hotel Grand Chancellor. He walked home from the hotel, still in uniform.
“Good to be alive!” he said. “The hotel was shaking so bad it almost falling down. Some housekeepers didn’t make it out of the hotel. “ he continued.